The Highly Energetic Hyperbolic Indonesian Person

Eko's posts with tag: labors

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag labors
Blog EntrySwastanisasi Penjara!Jan 20, '08 6:41 PM
for everyone
Berkaitan dengan ide saya tentang pendayagunaan penghuni lapas menjadi pekerja paksa tanpa bayar, dan gara-gara Frank Miller, saya jadi punya ide untuk swastanisasikan saja lembaga pemasyarakatan.

Kenapa Frank Miller? Apa hubungannya orang yang mengarang perjuangan 300 pria gagah perkasa setengah telanjang dan God-damn Batman dengan ide ini?

Karena Frank Miller berkaitan dengan Robo-Cop. Dan di dalam cerita Robo-Cop ini, ada sebuah perusahaan bernama Omni-Consumer Product, yang menguasai AmRik luar-dalam, sampai penjara pun dijalankannya!

Ide saya simpel sebenarnya: swastanisasi penjara berkaitan dengan semakin ngawurnya moral para pekerja penjara itu sendiri. Penjara bisa menjadi surga bagi para napi pecandu narkotik (masih inget cerita bahwa ganja kiloan yang ditemukan di penjara di medan ternyata sudah biasa disuplai untuk dinikmati ramai-ramai?), dan surga bagi para koruptor. Penjara juga sudah penuh sesak. Dan ternyata penjara menjadi semacam tempat pematangan para napi kelas teri supaya nanti kalo keluar menjadi napi kelas kakap!.

Swastanisasi penjara, apabila dilakukan dengan regulasi yang ketat dan dikaitkan dengan regulasi kerja paksa bagi para kriminal bisa memberikan suplai pekerja murah bagi proyek-proyek pembangunan dan perawatan negara ini!

Pengelolaan penjara bisa diberikan secara kontrak kepada perusahaan-perusahaan swasta; yang mana pengelolaan itu meliputi perawatan penjara, penyuplaian tenaga paksa, dan pengawasan napi-napi itu. Swastanisasi penjara juga bisa menyebabkan para kontraktor memberikan bantuan bagi polisi untuk menertibkan jalan-jalan, pasar-pasar, dan perokok-perokok supaya penjaranya selalu penuh, dan keuntungan selalu mengalir!

Udah kebayang katalisasi penertiban kehidupan yang akan terjadi?

Tentu saja, semua ini harus diawasi secara ketat oleh negara dan tidak boleh ada penyimpangan dan penyalahgunaan sedikit pun!

So, daripada melihat penjara menjadi tempet perkembangbiakan duit haram, pematangan kriminal, dan penyebarluasan homoseksualisme, mending diswastanisasikan dan dijadikan supplier pekerja paksa!

Blog EntryIkan Membusuk dari KepalanyaApr 9, '07 7:16 AM
for everyone
Hari ini gw ngeliat sesuatu yang luar biasa n baru kali gw liat dengan mata kepala gw sendiri: ratusan manusia muda berkulit legam dan rambut kemerahan terbakar matahari memadati pelabuhan penyebrangan Butun, yang setiap kali gw mampir pasti lengang.

Sopir carteran kami pun memberitahu bahwa mereka adalah buruh-buruh musiman di Riau Andalan Pulp n Paper. Kerja mereka adalah menebang pohon2 calon pulp dan menanam bibit gantinya.

Oh, pikirku, ternyata begini toh buruh-buruh kasar nan musiman itu. Kuamati sekilas, penasaran, apakah ada pancaran mata yang bilang "terpaksa" memancar dari mereka. Nope, gak ada tuh. Yang ada hanya pancaran mata cuek bebek n ready for action. 

Lalu kepala ini pun langsung berputar. Roda ekonomi mereka sepertinya tidak ada masalah, dan mereka pun sepertinya tak terlalu memasalahkan pekerjaan mereka, sama seperti buruh2 di rig atau buruh2 operator sumur.

Dan buruh2 di rig atau buruh2 operator sumur paling sering mengeluh bukan tentang pekerjaan mereka, tapi tentang keadaan negeri yang carut-marut.Tentang pemimpin2 dan wakil2 rakyat yang seenak udel mereka, dan tentang mereka2 yang gak punya harga diri kalo ngadepin negara2 lain.

So, emang sebenarnya masalah negeri ini ada di kepalanya. Kepala yang udah menua, elemen2 kepala yang sisa-sisa kepala dulu yang sudah membusuk gak diganti, dan kepala yang isinya kebanyakan gigi daripada otak.

Jadi, yang dibutuhkan bukan membela buruh2, yang kita butuhkan secepatnya adalah penggantian total kepala negeri ini, gak boleh ada elemen2 tua dan busuk yang dipake lagi, bahkan Amien Rais, Megawati, dan Gus Dur, karena mereka sendiri adalah bagian dari kepala busuk tersebut, meski kelihatannya tidak.

Buruh-buruh memang selalu menawarkan indikasi nyata di bagian mana sebenarnya problem sebuah negeri berada.

Perlukah kita revolusi total?

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help