Eko's posts with tag: art
http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/03/tgl/23/time/123250/idnews/911733/idkanal/1023/03/2008 12:32 WIB Ayu Utami: Ayat Ayat Cinta Pengecut Iin Yumiyanti - detikcom Jakarta - Film Ayat Ayat Cinta (AAC) kini telah tembus 3 juta penonton. Sebelum sukses filmnya, novel dengan judul ang sama juga laris manis. Setelah film rilis, novel AAC juga kembali diserbu pembeli. Sayang meski laris manis, novel ini kurang mendapat apresiasi dari sastrawan atau kritikus sastra lainnya. Hanya sastrawan yang tergabung dalam Forum Lingkar Pena (FLP), tempat bernaung penulis AAC Habiburrahman El Shirazy, yang memuji-muji novel ini. Sementara di luar FLP, jarang kritikus sastra ataupun sastrawan yang tertarik atau telah membaca novel ini. Mayoritas sastrawan dan kritikus sastra yang dihubungi detikcom mengaku belum membaca, bahkan menyatakan tidak berminat membaca AAC. Dari sedikit sastrawan yang telah membaca karya Kang Abik, panggilan Habiburrahman adalah Ayu Utami. Apa pendapat si penulis novel fenomenal 'Saman' ini? Berikut petikan wawancara detikcom dengan Ayu Utami: Apakah anda sudah membaca novel atau menonton film Ayat-Ayat Cinta? Saya sudah membaca novelnya. Tapi belum menonton filmnya. Beberapa sastrawan dan pengamat sastra menyatakan tidak berminat membaca Ayat-Ayat Cinta. Mengapa anda embaca novel Ayat-Ayat Cinta? Kalau saya kan memang harus mengikuti perkembangan perbukuan. Saya bagaimana pun bergerak di bidang penulisan, saya anggota Komunitas Sastra Jakarta, saya harus sering baca sastra, saya sering menjadi juri omba cerpen. Jadi membaca novel baru yang menjadi perbincangan wajib bagi saya. Senang atau tidak enang, saya harus membacanya. Setelah membaca, apa kritik anda? Ayat-ayat Cinta itu novel Hollywood, novel yang akan membuat senang pembacanya. Cara membuat senang itu dengan memakai resep cerita pop, misalnya berita happy ending, katakan yang orang ingin dengar, jangan katakan yang tidak ingin didengar. Orang sekarang ingin mendengar petuah bijak, seperti ada sesuatu yang optimis, ada kebaikan di dunia ini. Ayat-ayat cinta ini, dari segi struktur cerita seperti cerita Hollywood tahun 1950-an. Bedanya, kalau Hollywood Kristen, ini islam. Endingnya mirip, yakni agama menang. Kalau di Hollywood, misalnya Winnetou masuk Kristen, kalau di Ayat-Ayat Cinta, yang perempuan (Maria, seorang Kristen Koptik) masuk Islam. Samalah plotnya dengan cerita Hollywood tahun 1950. Laki-lakinya (Fahri, tokoh utama novel Ayat-Ayat Cinta) sangat jagoan, ia miskin, tapi bisa sampai Mesir dan tiba-tiba di Mesir, empat perempuan jatuh cinta semua. Hero banget, hebat dia bisa menaklukkan banyak perempuan. Karakterisasi tokoh Fahri dalam novel itu, apakah cukup kuat untuk membuat para perempuan jatuh cinta padanya? Kalau saya nggak tahu. Kenapa laki-laki ini bisa bikin perempuan jatuh cinta. Kalau yang Aisha (perempuan Turki yang kemudian menikah dengan Fahri) mungkinlah, karena ada konflik saat bertemu di metro, tapi bagaimana dengan tetangganya (Maria) bisa jatuh cinta habis-habisan, ini yang tidak tergarap. Cerita novel ini sangat laki-laki, memenuhi keinginandan impian semua laki-laki untuk dicintai banyak perempuan, yang perempuan istri pertama menyuruh dia kawin lagi. Lalu penyelesaiannya untuk kompromi simpel, perempuan yang istri kedua mati. Hollywood tahun 1950-an juga seperti itu. Kristen itu kan mengagungkan tidak menikah, jadi begitu tokoh utamanya punya pacar dimatikan. Nah di Hollywood itu tahun 1950-an, Indonesia baru tahun 2008. Mengapa kemudian Ayat-Ayat Cinta ini sangat laris, karena masyarakat kita masih di situ tahapnya, inginnya kisah-kisah yang hitam putih dan penuh optimisme seperti itu. Mungkin karena kita habis reformasi, lalu ada chaos, jadi kita ingin kisah yang menghibur seperti itu. Di novel ini ada cerita tentang pindah agama, dan ini yang menjadi salah satu kontroversi. Menurut anda, apakah cukup kuat pelukisan sehingga ada alasan pindah agamanya Maria masuk akal? Saya nggak tahu. Buat saya nggak penting kuat atau nggak. Orang pindah agama, dalam hidup sehari-hari, banyak sekali alasannya, ada yang terancam maut, lalu pindah agama . Ada yang karena kawin lalu pindah agama. Ada yang secara revolusioner, ada yang pelan-pelan atau evolusioner. Ada yang keberatan dengan kisah pindah agama ini diangkat ke novel yang dikonsumsi publik, karena itu menunjukkan dakwah agar masuk Islam sehingga dikhawatirkan bisa mengganggu toleransi antar umat beragama di Indonesia. Pendapat anda? Ini kan novel dakwah, jadi nggak apa-apa. Saya Katolik, menurut saya nggak apa-apa orang berdakwah. Memang kenapa kalau berdakwah? Kecuali penulisnya bilang, ini bukan novel dakwah. Dia mengaku ini novel dakwah, jadi sah saja. Saya juga berdakwah, saya mendakwahkan ide-ide saya. Nggak papa ngajak masuk Islam. Kita mau ngajak masuk agama lain, nggak masalah. Namanya, rebutan pengikut agama itu biasa saja. Itu sebuah proses yang baik. Persaingan agama itu merupakan hal yang baik, dengan adanya persaingan itu akan menghindarkan kekejaman atau represi dalam agama. Orang yang mengalami represi sebuah agama bisa pindah ke agama lain. Kelompok yang berkeberatan dengan kisah masuk Islam ini menuding ada hegemoni soal kebenaran agama. Mereka mengandaikan bila yang sebaliknya yang dijadikan film? Persoalan kita, negara ini kan mayoritas muslim, sebagian besar kurang berpendidikan. Saya kira melihatnya, soal kelompok garis keras menyerang kelompok non muslim itu harus dilihat dengan kaca mata yang lebih luas. Ini bukan persoalan agama, tapi persoalan sosial politik. Saya kira hal yang sama juga terjadi, jika mayoritas negara ini Kristen misalnya dan ada orang Islam menghujat Kristen. Jadi nggak bisa dilihat dari kaca mata agama. Harus dari sosial politik, bahwa mayoritas cenderung akan enderung akan berperilaku nggak bener. Kita harus pandai memisahkan hal-hal yang beruhubungan antara gama dengan sosial . Ngomong soal film ya film. Nggak usah pakai film untuk menilai persoalan lain di masyarakat. Jangan campur adukkan kacamata. Pakai kacamata yang pada tempatnya. Soal poligami, bagaimana pandangan anda? Di luar novel itu, bagi saya, poligami tidak layak diteruskan. Itu sistem di masa lalu, tidak cocok untuk masa depan. Kalau dalam novel ini, kasus poligami disikapi dengan pengecut. Dalam arti, sebagian besar perempuan tidak mau dipoligami. Bila pun ada, perempuan yang mau dipoligami itu, biasanya mereka sebagai istri kedua, ketiga, atau keempat. Ya kita bisa lihat kasus Aa Gym, dia kehilangan pendukung begitu dia melakukan poligami. Jadi jelas sekali poligami tidak disukai perempuan. Novel ini kompromistis sekali. Ia tidak berani ekstrim, dia mengangkat wacana atau ideologi poligami, tapi lalu akhirnya buru-buru dimatikan. Dia hanya kembali ke titik yang happy ending, inilah resep cerita pop. Apa kekuatan Ayat-Ayat Cinta sendiri sehingga bisa laris? Judulnya kuat, ini mengingatkan pada Ayat-Ayat Setan, atau lagu Laskar Cinta. Kemudian enak dibaca, dia punya keterampilan menulis. Tapi saya kira kekuatan Ayat-Ayat Cinta ini adalah kemampuannya untuk menyenangkan, untuk mengkonfirmasi apa yang dipercaya kebanyakan orang. Mental masyarakat itu merindukan orang untuk masuk ke agamanya, kita senang bila ada yang masuk agama kita. Di sini, masuk Islam, di Hllywood masuk Kristen. Soal beberapa kalangan yang berpendapat Ayat-Ayat inta ini bukanlah sastra? Tahun 1920 an sampai belakangan ini, saya kira batas sastra pop dan serius tidak ada lagi. Batasnya tidak terlalu ketat. Sebuah karya novel, apapun itu adalah kerajinan kata-kata. Tidak perlu dia ditempatkan sebagai sastra atau tidak. Apa kelemahan Ayat-Ayat Cinta? Paling lemah, kalau menurut saya adalah nafsunya pada kebenaran. Begitu bernafsu untuk menunjukkan kebenaran. Tapi dia mengakui ini novel dakwah, jadi ggak masalah. Tapi bagi saya, kalau sastrawan bernafsu untuk menyampaikan kebenaran itu tidak menarik. Sastra bukan untuk alat berdakwa, tapi untuk mempergulatkan nilai-nilai. Sastra itu selalu menghargai membuka persoalan. Bukan berakhir dengan kata amin seperti bila kita berada di masjid atau di gereja. ( iy / asy ) SEKALI LAGI: PICISAN!
STRIVEARTH - HOME OF SEQUENTIAL DREAMS as of March 19th, 2008 has:
25 Arts displayed on <a href="http://www.strivearth.com/paging2.php?cat=ARTS%20SHOWCASE&page=1">ART SHOWCASES</a> gallery
16 Photos displayed on <a href="http://www.strivearth.com/paging2.php?cat=PHOTOGRAPHIES&page=1">PHOTOGRAPHIES</a>, and all of the pictures are displayed now, not unlike before with so many broken image links.
29 arts and comic pages displayed on <a href="http://www.strivearth.com/paging2.php?cat=COURAGE%20CHRONICLES&page=1">COURAGE CHRONICLES</a> webcomic
16 comic pages (1 new) displayed on <a href="http://www.strivearth.com/paging2.php?cat=TARUNG%20JAKARTA&page=1">TARUNG JAKARTA</a> webcomic
About Strivearth.com
<a href="http://www.strivearth.com">Strivearth - Home of Sequential Dreams</a> is the brainchild of Zenstrive, a guy who loves comics, arts, and photographies. He strives to make Strivearth, a site where he put his best arts, photos, and webcomics, the best site in its class!
STRIVEARTH - HOME OF SEQUENTIAL DREAMS as of March12th, 2008 has: 25 Arts displayed on ART SHOWCASES gallery 16 Photos displayed on PHOTOGRAPHIES, and all of the pictures are displayed now, not unlike before with so many broken image links. 29 arts and comic pages displayed on COURAGE CHRONICLES webcomic 15 comic pages displayed on TARUNG JAKARTA webcomic about Strivearth.com: Strivearth - Home of Sequential Dreams is the brainchild of Zenstrive, a guy who loves comics, arts, and photographies. He strives to make Strivearth, a site where he put his best arts, photos, and webcomics, the best site in its class!
STRIVEARTH - HOME OF SEQUENTIAL DREAMS as of March 5th, 2008 has: 24 Arts displayed on ART SHOWCASES gallery 16 Photos displayed on PHOTOGRAPHIES, and all of the pictures are displayed now, not unlike before with so many broken image links. 29 arts and comic pages displayed on COURAGE CHRONICLES webcomic 15 comic pages displayed on TARUNG JAKARTA webcomic about Strivearth.com Strivearth - Home of Sequential Dreams is the brainchild of Zenstrive, a guy who loves comics, arts, and photographies. He strives to make Strivearth, a site where he put his best arts, photos, and webcomics, the best site in its class!
Sebuah berita yang kurang mengenakkan muncul,terutama bagi para komikus lokal yang berniat go major label. Manajemen Elex Media Komputindo memutuskan bahwa untuk tahun 2008-???? tidak menerima admisi komik lokal baru(fiksi), dan hanya akan memperkerjakan komikus-komikus(pemula atau veteran) untuk seri komik pendidikan mereka. Inimerupakan sebuah pukulan yang lumayan berat karena nama elex media menjadi tumpuan harapan bagi komikus pemula maupun veteran untuk dapat menerbitkan komik secara lokal..... dalam skala nasional. Hal ini sudah diverifikasi dengan editor Elex media.Bagi anggota milis ICArt yang sudah ancang2x, atau baru mau submit ke Elex diharapkan mencari penerbit lokal lainnya yang masih membuka channel untuk komik fiksi lokal. Atau bagi anggota milis ICArt yang tahu penerbit lokal lainnya yang membuka channel komik fiksi lokal, bisa posting di forum ini supaya bisa disebar luaskan ke anggota lain. Sebuah pukulan bagi cita-cita komikus lokal, tapi tidak ada yang mungkin selama harapan tetap ada!!! Adetya B.S Komikus Profesional Indonesia JAYALAH KOMIK INDONESIA!!!!!!!!!!!!!!!!
Whew...inilah kenapa gw pengen jadi bilionaire...
GoalMembuat sebuah commercial-grade Original English Language Visual Novel (OELVN, selanjutnya disebut VN), dengan segmen pasar minimal remaja/dewasa muda (17-27 tahun). Definisi VN bisa dilihat di http://en.wikipedia.org/wiki/Visual_Novel . Ingat bahwa VN tidak otomatis berarti eroge ( http://en.wikipedia.org/wiki/Eroge ), dan VN ini BILA DIRELEASE DI INDONESIA akan dibatasi pada rating maksimum PG-13 berhubung kita tinggal di Indonesia (option utk rating lain dapat didiskusikan). Hasilnya mungkin juga dapat didistribusikan secara komersial melalui site elektronik seperti DLSite/CuriousFactory di http://www.curiousfactory.com (misalnya, ada beberapa alternatif lain), in which mungkin kita tidak perlu terlalu kuatir soal rating. Untuk diskusi yang cukup mendalam tentang berbagai aspek VN silakan browse http://lemmasoft.renai.us/forums . Untuk diskusi tentang independent game publishing silakan lihat http://forums.indiegamer.com/ . Reward• Kepuasan batin (anda anggota tim pembuat Visual Novel keren pertama buatan asli Indonesia!) • Kemungkinan juga rekor MURI– yang sayangnya tidak akan bisa dilakukan kalau ratingnya > PG-13 hehehe • Portfolio • Kemungkinan (walau kecil, jadi jangan terlalu berharap untuk yang ini) juga uang bila komersialisasi VN berhasil Global Requirement• Berkomitmen untuk bekerja sampai project selesai (kemungkinan besar tanpa bayaran apapun, namun ini bisa berubah bila Producer berhasil mendapatkan sponsor ataupun melakukan komersialisasi VN) • Punya semangat teamwork • Berdomisili di Jabodetabek-Bandung dan rela datang untuk meeting di Jakarta bila diperlukan (tidak akan sering2 karena mayoritas komunikasi akan dilakukan via Internet) • Memiliki akses internet dan mengerti cara berkomunikasi dengan e-mail dan messenger client (YM atau MSN) • Mempunyai perangkat yang diperlukan untuk tugasnya (berhubung tidak ada modal untuk membelikan baru hehehe) • Diutamakan (tapi tidak wajib) yang telah memiliki portfolio yang signifikan dalam bidang kerjanya masing2 Positions1. Scriptwriter (1 orang) Membuat cerita dan script VN berikut aspek2 kreatif cerita lainnya seperti character design (bekerjasama dengan ilustrator) dan plot branching (bekerjasama dengan programmer), serta mengimplementasikannya menjadi VN bekerjasama dengan Ilustrator, Sound Engineer, dan Programmer Requirements:• Mampu membuat character design, cerita, script dan storyboard • Creative Mindset • Diutamakan yang punya exposure cukup dalam dan mengerti tentang VN 2. Ilustrator (1 orang Lead Ilustrator, >= 0 Ilustrator)Menangani semua aspek grafis VN mulai dari character design, layout, inking, coloring, dan animasi sesuai dengan arahan dari Scriptwriter, dan bekerjasama dengan Programmer dan Scriptwriter untuk implementasi grafis karyanya ke dalam VN. Requirements:• Punya kemampuan grafis yang bagus (terutama Lead Ilustrator) • Creative Mindset • Pengalaman dengan program grafis dan animasi, minimal Photoshop dan Flash 3. Programmer (1 orang Lead Programmer, >= 0 Programmer)Menangani implementasi cerita, voice dialog/fx dan grafis ke dalam program VN sesuai arahan Scriptwriter, Sound Engineer, dan Ilustrator Requirements:• Bisa memprogram (duh!) dan mengerti kaidah pemrograman yang baik dan benar • Mempunyai portfolio pemrograman yg berkaitan dengan multimedia/game • Diutamakan (tapi tidak wajib) yang berpengalaman dengan Python 4. Project Director (1 orang)Merencanakan, memimpin dan mengawasi semua aspek manajemen pelaksanaan project, dan memastikan setiap tahap produksi VN dilaksanakan secara benar dan tepat waktu. Requirements:• Memahami konsep project management • Memiliki karakter pemimpin dan tegas, tapi tidak diktator • Ramah dan supel 5. ProducerIdeal: Bertanggungjawab penuh atas pembiayaan project (kemungkinan sangat kecil hehehe) Realistis: Mengeksplorasi seluruh kemungkinan aspek pendanaan dan komersialisasi untuk project, dan melobby calon sponsor. Requirements:• Mempunyai background bidang ekonomi dan/atau pengalaman bisnis sebagai sales • Diutamakan (tapi tidak wajib) yang memiliki banyak kontak dengan calon sponsor potensial 6. Dubber (Jumlah tergantung jumlah karakter – akan ditentukan belakangan oleh Scriptwriter)
Mengisi suara karakter VN sesuai character design dan storyboard yang dibuat Scriptwriter Requirement:• Kemampuan acting dan penghayatan karakter yang bagus • Suara yang sesuai dengan karakter yang diperankan • Untuk dubber tokoh utama, harus bisa menyanyi dengan bagus 7. Composer (1 orang)Menciptakan lagu dan aransemen yang akan digunakan dalam VN. Requirement:• Memahami metode komposisi dan arrangement, serta integrasi dengan cerita/script/karakter • Memahami pembuatan musik dalam format digital, terutama MIDI dan MP3 berikut aplikasi yg diperlukan. Akan lebih bagus bila juga memahami format Vorbis (.ogg). • Creative Mindset • Dapat menciptakan dan mengaransemen lagu single-handed (berhubung tidak ada budget untuk live instrument, kemungkinan besar dalam format MIDI menggunakan software synthesizer) • Diutamakan (tapi tidak wajib) berpengalaman dalam project multimedia dan/atau game 8. Sound Engineer (1 orang Lead Sound Engineer, >= 0 Sound Engineer)Menciptakan semua sound effect yang diperlukan untuk VN dan merekam voice dialog dari Dubber, dan kemudian mengintegrasikannya ke dalam VN bekerjasama dengan Programmer Requirement:• Memahami editing dan konversi format musik digital, terutama MIDI dan MP3 berikut program yang diperlukan. Akan lebih bagus bila juga memahami format Vorbis (.ogg). • Diutamakan (tapi tidak wajib) berpengalaman dalam project multimedia dan/atau game Constraint1. Yang terutama, dana. Karena sifatnya yang (minimal awalnya) amatir dan ketiadaan dana, semua peserta harus membiayai sendiri kegiatannya. 2. Berhubung ini Indonesia dan kita tidak ingin disambangi massa FPI, kalau direlease di Indonesia cerita VN ini harus paling tinggi PG-13 (dan kemungkinan unlock Mature story dengan syarat tertentu?). Kemungkinan lain adalah menggunakan pseudonim dan release melalui distributor internasional. Masih debatable, tapi mengingat segmen pasar adalah 17-27 tahun sebenarnya kita bisa escalate ke Mature level kalau mau (yang akan memberikan nilai komersial lebih mengingat saat ini pasar VN didominasi oleh eroge dan pembelinya mayoritas adalah penggemar eroge!) 3. SARA. Rasanya ini non-contestable. 4. Untuk bisa berjalan, project ini MUTLAK memerlukan minimal Project Director, Scriptwriter, Lead Illustrator, dan Lead Programmer (lebih dari satu posisi bisa dirangkap oleh satu orang). Sudah ada beberapa contoh near commercial quality VN yang dikerjakan satu orang amatir, jadi bahkan hanya satu orang yang bisa merangkap semua fungsi mutlak seharusnya bisa menyelesaikan VN ini. Namun akan jauh lebih baik jika proyek ini dikerjakan satu tim agar beban kerja dpt dibagi, mutu lebih baik, dan bisa lebih cepat terselesaikan. Assessment Efek suara dari Sound Engineer, Voice-acting dari Dubber, dana ekstra dari Producer, dan musik dan lagu2 dari Composer bersifat nice to have, tapi optional/tidak wajib. Sound dan music dan non-critical image (background etc) bisa diambil dari karya orang lain, walaupun akan menimbulkan masalah originalitas dan copyright bila dikomersialkan. Dianjurkan (harus?!) sebisa mungkin memakai original work kalau mau go commercial. Kunci dari VN yang bagus adalah cerita dan gambar. Sangat penting untuk memiliki Ilustrator dan Scriptwriter yang prima karena merekalah pemberi nilai jual utama sebuah VN. Software Piracy! In case of Indonesia, kalaupun ada, kemungkinan besar income hanya bisa dari faktor di LUAR sales, seperti sponsorship atau donation. Bisa juga dikurangi dengan publishing melalui major publisher yg sudah memiliki metode pengamanannya sendiri, atau menerapkan DRM walaupun efektivitasnya diragukan (lihat diskusi di lemmasoft forum). Perlu data konkrit apakah commercial reward utk VN project sesuai dgn effortnya utk menentukan feasibility melakukan ini sebagai fully commercial project ataupun amateur project. Current Resource & Skill Set Novinha: Project Director, Scriptwriter, Illustrator, Programmer Zenstrive: Scriptwriter, Illustrator ChefCheiro: Illustrator DeviantAngel: Illustrator BAGI YANG BERMINAT BERGABUNG, SILAKAN KIRIM EMAIL KE levina135@yahoo.com atau strivearth@gmail.com DENGAN MENYERTAKAN DATA BERIKUT: 1. Nick 2. Nama asli 3. Email 4. HP no. 5. Skill set yang dimiliki (semuanya!) dan link atau daftar atau contoh portfolio/previous works, bila ada 6. Skill set yang ingin dilakukan dalam proyek VN ini, kalau bisa dengan alasannya Skill set adalah kemampuan untuk melakukan salah satu dari 8 posisi yang ada di project ini (lihat di bagian Positions) MASUKAN SCRIPT DITUNGGU! Project VN menerima masukan script cerita dari anda untuk digunakan dalam project – orang yg scriptnya terpilih akan otomatis ditunjuk sebagai scripwriter project ini (kecuali kalau dia sudah menjabat posisi lain yg irreplaceable dalam project ini). Topik bebas, dianjurkan untuk bersifat expandable (dapat dengan mudah dibuat extra scenario atau sequel), mempunyai elemen Ren’ai (romance), dan dapat divisualisasikan dengan baik dalam medium VN. Kirimkan script cerita anda ke levina135@yahoo.com atau strivearth@gmail.com, kalau ada pertanyaan silakan kontak mereka!
Call it writer's block; call it creativity dead end; call it lazyman's excuses for doing nothing; still I call it a block of some sort. It is blocking my creativity flow, so I am allowed to say that it is a block. Yes, I have been hitting some sort of creativity hindering...things. Have no moods to update my ongoing webcomic, have little drives to create excuses for some works not already done (work, as in pragmatic cage built by capitalist - salaryman relationship), and somehow unable to get up in the morning to make some calls or simply to take a bath. Perhaps I need a vacation; perhaps I need a change of vocation; but I am sure that I need freedom to express my creativity and money (which, If I am right, they are kinda contradictary now). Now, If I cannot entangle myself from this psychological drowning, there's no way I can survive by relying on my creativity alone. And as I go along, writing this stuff, I am hoping that I can somehow shake that poisonous vine of laziness and be intoxicated again by creativity-inducing hormones so that I can move on, so to speak. I am also hoping that my mind will not be perversed by pragmatic thoughts based on the illusionary fact that serving is survival. I do realize that in some extent, being pragmatic means you'll be living longer. But is living long worth it?Perhaps yes, perhaps not. Me? Geez...all I want to do is to tell some ideas, to utter some tales, and to channel out these flooding of words filling up my brain, they are multiplying at a faster rate daily, and I have so much volume of brain. Geez...five paragraphs long and still, my muse eludes me. WHAT'S WRONG, HONEY? Are you jealous at these thoughts of sharing my life my with another vessel of the egoistic DNA strings? Are you honey? Are you turning hard-core feminist and is trying to tell me that polygamy is a no-no with you and you will go away if I do the sharing and joining? Aww...sucks! You know you're everything to me, honey! We have been together since I can understand what an erection is! You even assist me in accepting that I am kinda.....unique, and love me as I am, and I love you as you are: the one form of intelligence that defines what I am! Now look what I have done: I am flirting and begging and saluting a concept! Sigh...such a thing of CREATIVITY! Hey! Wow! Muse, you are so TOP! You know I am bored with my life so you pretended to escape from me so that I will sought you out, only to realize that by seeking you out you have made me doing something! You are so God-like, Muse (Now, now, don't brand me heretic now; I am simply pointing out the fact that Muse is using"deep-meaning thing" to enlight me!) Aaah....Muse, now I can feel it! I CAN FEEL IT! PRAISE ALLAH! I CAN FEEL THE HORMONES! OOH, YES! YES! YES! FLOW, BABY, FLOW! FLOW, HORMONES! FLOW AND PUMP ME UP! Excuse us for now, we got a webcomic to update!

|  | Random Art Sketches made to fire up my neurons and flexing up some artistic musles |
| Category: | Movies | | Genre: | Drama |
stats: http://imdb.com/title/tt0114558/Hmm...ide tentang alat yang dapat membuat manusia dapat merasakan pengalaman/memori orang lain seakan merasakannya sendiri? Well...mungkin pernah, tapi sepertinya tidak diimplementasikan sebagai subyek "filosofis" berbaur "keindahan" sperti di film ini. Sebuah kisah yang awalnya seakan menjadi background noise dari film pada akhirnya menjadi inti permasalahan dari film ini. Permasalahan yang dapat meledak menjadi kerusuhan rasial terbesar pada awal tahun terakhir abad 20. Memori dari seorang korban menjadi kunci peledak atau peredam dari potensi konflik tersebut. Kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Kejar-kejaran yang diparadekan dengan gambar-gambar indah dan warna-warna glamor di mana-mana. Seks, Pistol, Kecepatan Tinggi, dan Darah menjadi suguhan tambahan yang menyatu padu memberikan suasana riuh tapi suram surreal. Logika pun tertohok ketika karakter kunci dari semua kejadian membeberkan semuanya. Akal pun terpana ketika kepalsuan demi kepalsuan sang karakter terkuak, literal maupun metaforis. Sebuah rangkaian keindahan gambar yang mampu membuat penonton terpaksa memaku kaki dan melem pantat agar mampu tak lepas dari daya tariknya. "You want a girl, huh? You want free sex? What? What do you want to feel? Or do you wish to feel a guy? Or, or be a girl? You want to be a girl? Want to know ow it feels?" Feel the movie. The story is kinda generic, but the color parade is strangely magnetic.
   | Shina | Feb 5, '07 10:56 PM for everyone |
| Category: | Books | | Genre: | Comics & Graphic Novels | | Author: | Novinha dan Yuki |
Terasa lega ketika akhirnya tiba sebuah kopi dari sebuah komik di mana karyaku turut memperindah covernya. Ada sebuah rasa bangga dan rasa ingin berkarya terus yang muncul ketika memegangnya. Dan ada rasa penasaran untuk melihat seperti apakah muatan dari komik ini. Jadi, seperti apakah komik Shina ini?
Cukup menarik, meski terasa mengulang tema-tema yang sudah sering diangkat: shinigami yang dekat dengan manusia, pria baik hati yang polos, wanita ganas yang suka dengan pria baik hati yang polos, pria sukebe lolicon, dan wanita shinigami yang gak rela shinigami kecilnya dekat dengan manusia (tapi ntah mengapa senang menggunakan baju standar wanita rumahan).
Jadi inget topik "tiru-meniru", tapi whatever lah.
Ceritanya sendiri "cukup" original. Shinigami ketabrak jet? Okay (kayaknya ini kekesalan pengarang berbaur dengan obsesi pengarang). Shinigami jadi nyaman deket manusia? Hmm...sounds familiar. Dokter hewan maniak suntikan? Never read such things. Shinigami dewasa seneng make baju rumahan ibu2? Well..original but, well..why?
And di shinigami yang seneng make baju rumahan ini lah nuansa sederhana dan "BIASA" dari cerita ini terasa sekali aksentuasinya. Sepertinya pengarang ingin atau tak sengaja tak lepas dari nuansa sehari-hari. Ceritanya sendiri banyak berkutat di rumah tokoh cowok. Jadi ya actionnya pun kebanyakan action rumahan biasa.
Well, gak salah juga sih. Terus apa dong yang salah? Yang salah itu ya....Artnya kurang menggigit. Kurang rapih. Gesture masing-masing karakter kurang njiwani, terkadang juga kurang pas, terkadang juga membuat sense anatomi saya terganggung. Expresi masing-masing karakter sudah terasa, tapi kurang menohok jiwa (emang apaan seeeeeh ??).
Karena jiwa komik adalah expresi dan gesture dari karakter2nya, ya....komik ini terkadang terasa miskin rempah-rempah.
Oh well, at least daku dapet kopi gratis...karena daku adalah pewarna covernya, HUA HA HA HA HA HA ...uhuk..
Oh well, Jo...err..Novinha dan Chin..err...Yuki, lebih semangat lagi untuk sequelnya, okay?
"Shina Tak Mau Mati Muda..."
 | Category: | Movies | | Genre: | Action & Adventure |
Film yang gebuk2an terus sepanjang mata menonton adalah film yang tak menarik? Ah, tak benar itu. Film yang menampilkan beragam artistika fotografis sepanjang film cenderung berlarut-larut dalam permainan warna dan cenderung membosankan? Salah nonton film kali. Terus, emang ada film yang gebuk-gebukan terus sepanjang durasi tayang n bermain-main pula dalam pewarnaan artistik n tak membosankan? Ada.
"Death Trance" adalah jawabannya.
Fotografi artistik sudah dimulai dari awal film dengan pembukaan yang slowmotion, penuh gambar-gambar action yang blurry tapi cool, dan diiringi musik yang mengalun stakato.
Benar-benar sebuah permulaan film yang menipu, tapi efektif dalam membenamkan "hello effect" bahwa film ini adalah film yang cukup artistik.
Menipu? Yup, karena adegan-adegan selanjutnya didominasi gebuk2an. Gebuk2an yang ditata dengan koreografi artistik, meskipun tak sekolosal fim-film mandarin, tapi cukup efektif dalam menghibur mata film yang gebuk-gebukan terus sepanjang durasi tayang n bermain-main pula dalam pewarnaan artistik n tak membosankan? Ada.
"Death Trance" adalah jawabannya.
Fotografi artistik sudah dimulai dari awal film dengan pembukaan yang slowmotion, penuh gambar-gambar action yang blurry tapi cool, dan diiringi musik yang mengalun stakato.
Benar-benar sebuah permulaan film yang menipu, tapi efektif dalam membenamkan "hello effect" bahwa film ini adalah film yang cukup artistik.
Menipu? Yup, karena adegan-adegan selanjutnya didominasi gebuk2an. Karakter-karakter yang didesain dengan basis zaman samurai dan ninja jepang bertarung indah dengan kepalan, tendangan, katana, shuriken, dan heat-seeking bazooka.
Yup, heat-seeking bazooka !!
Oh ya, pistol semi-otomatis dan street-fighter bike juga muncul di film action yang gila ini.
Kehilangan selera nonton? Jangan dulu. Bagi penggemar film-film bergambar dan berangle indah, film ini juga menawarkannya, dan kerennya, segi artistik fotografis film ini terintegrasi sempurna dengan cerita, membuat film ini semakin kuat sebagai sebuah film hiburan.
Bagaimana dengan cerita? Ceritanya sih simple: Seorang samurai pengelana yang tanpa tanding mencuri sebuah peti mati yang konon berisi "sesuatu" yang dapat mengabulkan segala macam keinginan apabila disatukan dengan altar di sebuah hutan misterius, dan dia harus berhadapan dengan macam-macam musuh (dan heat-seeking bazooka) sepanjang perjalanannya. Dan dia gebuk2an lah sepanjang perjalanannya, dan pada akhirnya dia pun mendapatkan keinginannya: mati dalam bertarung.
Lawannya sih Dewi Kematian (yang dihajar heat-seeking missile masih segar bugar n tetap cantik), jadi ya....wajar-wajar aja kalo dia akhirnya matot.
Cerita simple tokh? Yup, simple. Menambah keren film ini adalah kenyataan bahwa sutradara tak memanjang-manjangkan film sehingga bisa dibilang film ini bebas dari tambahan-tambahan superfisial yang tak perlu.
Gebuk-gebukan dan tembak-tembakan dengan penuh gaya dan warna tanpa dibebani dengan non-sense, itulah Death Trance.
Nonton deh !!

| |